Minggu, 16 Juni 2024 | 04:15 WIB

Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Laksanakan Focus Group Discusion (FGD )

foto

 

Cimahi Transaktual

DLH Kota Cimahi lakukan FGD menyusun Dokumen Informasi KPLHdi Gedung MPP Pada tanggal 24/5/2024 Pj Walikota Dicky Saromi mengatakan bahwa DIKPLH semua yang kita lakukan ini penting karena untuk memotret kinerja kita baik motret axistingnya serta pencapaian kita dalam pelestarian lingkungan hidup tentu kita tidak terlepas dari data - data  yang ada nanti akan menuntun kita kepada kebijakan jadi good data good decision .

Jadi buat data good decision nanti, karena itu setelah diskusi ini nanti akan disusun dengan lengkap oleh Dinas Lngkungan hidup kami menjadi satu dokumen yang dinamakan tadi Dokumen Lingkungan Hidup Daerah hasil dari diskusi FGD ini ternyata ada 5 yang menjadi kesempatan kita yang untuk lebih kita fokuskan ke Penanganannya yaitu :

“Pertama adalah tadi soal air. Kedua soal udara, Ketiga soal sampah yang Keempat soal perubahan tata guna lahan ya konversi guna lahan dan yang Kelima adalah kebijakan tata kelola kita ke depan nah khusus untuk air saya pikir ini sangat sesuai sekali kita sekarang dengan sekitar  570.000 penduduk Kota Cimahi dan sekian Kepala keluarga baru telayani 30% dari PDAM kita jadi kita harus bisa menambah intake pasokan baru untuk PDAM kita yang kedua udara jelas ya kita dengan kendaraan yang semakin banyak dan kemacetan emisi gas buang kita semakin tinggi yang ketiga juga adalah mengenai sampah jelasnya buangan-buangan kita tetapi dengan santiong sudah ada dan sebagainya kita harapkan 266 ton per hari ini dapat kita tangani di dalam Kota kita sendiri nah yang keempat tentunya saya pikir adalah tentang konversi atau mutasi guna lahan maka itu tata ruang kita nanti akan menjadi jawaban dan kebijakan tata kelola yang harus kita lakukan secara baik sehingga pemantauan dan pengendalian itu bisa kita lakukan juga dengan baik”,ujar Dicky.

Bahwa semua tidak mudah ya karena apa,karena Kota Cimahi ini kan sudah semakin padat 570.000 penduduknya dengan luasan sekitar 4000 Hektar maka kita itu sudah pada kepadatan kurang lebih 144 atau 145 orang per hektar nah ini sudah jauh dari kondisi yang seharusnya karena kepadatan yang paling wajar itu adalah bilamana penduduknya 100 per hektar ya itu ke bawah itu adalah kota yang masih dianggap sebagai tidak padat jadi kita sudah pada kategori kota yang padat jadi dengan demikian kompleksitas kita semakin tinggi dan Ini membutuhkan effort yang sangat luar biasa dan saya pikir dokumen ini menjadi penting buat patokan kita mengambil kebijakan nantinya jadi saya berterima kasih terhadap FGD yang barusan kita laksanakan,tutup Dicky.

 

( Efri/Transaktual )